Menyambut Ramadhan_Siswa SMP Ta’miriyah Surabaya


Ramadhan oh Ramadhan, sebentar lagi Kau kuhampiri. Kemuliaan selalu bersamu, kebaikan senantiasa dilipat gandakan. Keberkahan turun dari Alloh tuhan semesta alam. Melimpah ruah tanpa berbilang. Kau adalah rajanya bulan. Jadi impian setiap insan yang beriman untuk bisa menyambutmu guna lipat gandakan amal kebaikan.

 Tak ketinggalan para siswa SMP Ta’miriyah Surabaya terus berdoa

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي َشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Semoga Allah memberkahi kita di bulan Sya’ban ini dan menyampaikan kita di bulan Ramadhan. Aamiin.

Ini juga yang dibiasakan oleh para pendidik SMP Ta’miriyah, agar para siswa mencintai bahkan merindukan datangnya bulan Ramadhan agar keberuntungan senantiasa Bersama para siswa dan seluruh warga sekolah.

Tidak hanya warga sekolah, semua orang beriman di seluruh penjuru dunia merindukan. Inilah bulan yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan ingin meraih ridha-Nya. Sehingga kaum Muslimin sudah seharusnya menyambut tamu agung tersebut dengan sebaik-baiknya.

Imam Ibnu Rajab menyebutkan, “Bagaimana mungkin orang yang beriman tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin orang yang pernah berbuat dosa dan ingin bertobat serta kembali kepada Allah Ta’ala tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Dan bagaimana mungkin orang yang berakal tidak gembira ketika para setan dibelenggu?”

Oleh karena itu, jangan sampai kesempatan Ramadhan ini berlalu sia-sia. Raih keutamaan Ramadhan yakni dilipatgandakan pahala amal shaleh dengan sungguh-sungguh. Siapkan diri dengan sebaik-baiknya dengan agenda-agenda yang telah tersusun. Apakah tadarrus al-Qur’an, shalat sunnah, shadaqah, zakat, i’tikaf, qiyamul lail, amar makruf nahi mungkar dan aktivitas taqarrub lainnya.

SMP Ta’miriyah Surabaya telah mempersiapkan para siswa untuk menyambut bulan Ramadhan. Mereka dibekali dengan syarat, rukun puasa, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Tidak ketinggalan amalan-amalan yang diutamakan dalam bulan puasa. Termasuk belajar, karena belajar inilah yang menjadi jaminan terbentuknya kwalitas generasi yang di nanti. Apabila belajar sudah menjadi kebutuhan para siswa maka kokoh dan kuatnya generasi tinggal menunggu waktu.


Kokoh dan kuatnya generasi tidak hanya dari aspek fisik dan kecerdasan, melainkan juga dilihat dari kedekatannya kepada Allah SWT. Semakin dekat para siswa kepada Sang Maha Pencipta maka Allah akan semakin mencintainya.


Ingat, Allah SWT mencintai hamba-hambaNya yang bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Nya, terlebih lagi di bulan Ramadhan. Dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman: “Dan tidaklah hambaKu bertaqarub kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku fardhukan atasnya, dan hambaKu terus bertaqarrub kepadaKu dengan amal-amal nawafil hingga Aku mencintainya …” (HR al-Bukhari, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).

Hadits ini menjelaskan bagaimana taqarrub yang lebih disukai oleh Allah, yaitu dengan melaksanakan apa yang diwajibkan dan melengkapinya dengan amalan-amalan sunnah. Tentu, amal-amal fardhu harus diprioritaskan. Ibn Hajar al-‘Ashqalani menyatakan di Fath al-Bârî, sebagian ulama besar mengatakan bahwa “Siapa yang fardhu lebih menyibukkan dia dari nafilah (amalan sunnah) maka dimaafkan, sebaliknya siapa yang nafilah menyibukkan dia dari amal fardhu maka dia telah tertipu”.

Walhasil, semoga Ramadhan ini menjadi pemicu bagi warga SMP Ta’miriyah Surabaya kususnya dan kaum Muslim umumnya untuk mewujudkan ketakwan hakiki, yakni tunduk patuh kepada Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan: individu, keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat. (Tim Online SPETA)

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer