Membangun Semangat Belajar



Belajar   adalah kata kerja yang artinya berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (https://kbbi.web.id/belajar), Menurut wikipedia, belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. (https://www.zonareferensi.com/pengertian-belajar)

Dampak dari belajar akan terlihat perilaku yang berubah menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dilakukannya pembelajaran. Dampak inilah yang menjadi pemicu untuk membangun semangat didalam belajar. Jika dampak belum muncul perlu dirumuskan tujuan pembelajaran. Bisa dibantu dengan pertanyaan sederhana, “Untuk apa saya mempelajari ini?”, “Apa yang saya dapatkan bila saya telah menguasai materi ini?”, “Kesulitan apa yang akan saya alami jika saya tidak menguasainya?” 

Setidaknya ada tiga (3) langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan semangat belajar. Pertama, menyadari dengan sepenuh hati bahwa belajar akan mendapatkan ridho dari Alloh SWT. Mengingat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913)( https://muslimah.or.id/10472-keutamaan-menuntut-ilmu-agama.html)

Hadist diatas menjadi landasan agar orang Islam baik laki-laki maupun perempuan dimanapun berada wajib hukumnya menuntut ilmu. Kewajiban ini berlaku bagi setiap muslim yang mau melakukan amal perbuatan. Jadi seorang muslim harus mengetahui dan memahami hukum serta tata cara terhadap apa yang mau dilakukan.

Jika seorang siswa memahami bahwa belajar adalah kewajiban dari Alloh, maka seorang siswa tidak akan merasa berat untuk tunduk kepada perintah guru. Dia akan gembira dan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan apa yang diperintahkan gurunya baik menyangkut pemahaman pola pikir maupun perubahan perilaku.

Kedua, Menjadikan apa yang menurut Alloh SWT baik sebagai cita-cita yang senatiasa ia upayakan agar terwujud jadi kenyataan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun masing-masing ada kebaikan. Semangatlah meraih apa yang manfaat untukmu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah janganlah mengatakan, "Seandainya aku berbuat begini dan begitu, niscaya hasilnya akan lain." Akan tetapi katakanlah, "Allah telah mentakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat." Sebab, mengandai-andai itu membuka pintu setan." (HR. Muslim)

Maksud mukmin kuat dalam hadits di atas adalah kuat imannya, bukan semata kuat fisik atau materi. Karena kuatnya fisik dan materi akan membahayakan diri jika digunakan untuk kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. (http://www.voa-islam.com/read/aqidah/2012/04/17/18685/mukmin-kuat-lebih-baik-dan-dicintai-allah/#sthash.boatgQp5.dpbs).

Untuk menjadikan seorang muslim yang kuat perlu belajar, maka belajar menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan. Kesadaran ini akan menjadikan belajar itu menggairahkan, dan menjadi yang terkuat itu idaman dalam kerangka kepatuhan pada Sang Maha Pencipta Alloh SWT.

Ketiga, sabar,  “sabar adalah menahan diri dari segala macam bentuk kesulitan, kesedihan atau menahan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang tidak disukai dan dibenci. Adapun sabar secara lebih luas adalah menahan diri agar tidak mudah marah, berkeluh kesah, benci, dendam, tidak mudah putus asa, melatih diri dalam ketaatan dan membentengi diri agar tidak melakukan perbuatan keji dan maksiat.”(https://www.seputarpengetahuan.co.id/2016/10/pengertian-sabar-dalam-islam-beserta-dalilnya-terlengkap.html). Dengan kesabaran yang terus-menerus dilatih dan diupayakan maka kesulitan dalam belajar akan berubah menjadi tantangan yang berbuah kenikmatan. (Tim Online Speta)


Komentar

Postingan Populer